Loading
X
Selamat Datang di Portal Resmi Kecamatan Kedewan Bojonegoro © 2014
Kunjungan Panglima TNI bersama Dirut Pertamina ke Pertambangan Minyak Tradisional

Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Moeldoko melakukan kunjungan ke lokasi sumur minyak tua di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (13/3).

Dalam kunjungannya itu, Moeldoko didampingi sejumlah petinggi TNI baik di pusat maupun Jawa Timur. Usai meninjau lokasi, Moeldoko berjanji akan menertibkan penambangan sumur minyak tua yang pengelolaannya melanggar ketentuan.

Selain itu, ia juga akan memberi sanksi kepada anggota TNI yang terlibat dalam pengelolaan sumur minyak tua di daerah Kedewan tersebut.

"Kalau memang ada anggota TNI melakukan pelanggaran dalam pengelolaan sumur minyak tua akan kita tangkap, dan kita berikan sanksi yang tegas," tandas Moeldoko pada BangsaOnline.com Jumat (13/3).

Saat ini, di sekitar wilayah itu banyak sekali pengelolaan sumur minyak peninggalan Belanda tersebut. Menurutnya, para pengelola banyak yang tidak mengikuti prosedur yang ada. Akibatnya, lingkungan sekitar saat ini terus mengalami kerusakan.

"Mereka (para penambang,red) mayoritas warga sekitar, ada juga dari warga luar Bojonegoro," katanya.

Oleh sebab itu, kata dia, pihaknya akan melakukan pendataan lapangan dan mencari informasi sebagai bahan dasar menyelesaikan permasalahan pengelolaan sumur minyak tua yang melanggar ketentuan.

"Dua pekan ini penertiban pengelolaan penambangan sumur minyak akan selesai," tegasnya.

Ditambahkan, mengenai proses hukum bagi pelaku penambang ilegal, diabakan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. "Kalau ada pengelola yang terbukti melanggar hukum, prosesnya kita koordinasikan dengan kepolisian," ucapnya.

Sebelumnya, Jenderal Moeldoko, dengan jajarannya, didampingi Anggota Komisi VII DPR RI Satya Widya Yudha, dan Direktur Utama PT Pertamina EP Dwi Soetjipto, mengunjungi pengeboran sumur KD1 di Kecamatan Kedewan.

Terpisah, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Dwi Soetjipti mengatakan, masuknya rig ke lokasi pengeboran minyak itu melakukan penebangan sekitar 40 pohon jati, sehingga selain pengeboran yang dilakukan "ilegal", juga melakukan penebangan pohon jati tanpa izin.

Sesuai pendataan yang dilakukan, sejumlah desa di Kecamatan Kedewan dan Malo, terdapat 550 sumur minyak, di antaranya, yang masuk dalam kontrak antara Pertamina EP Asset IV Field Cepu dengan KUD hanya 250 sumur minyak. "Selebihnya ilegal semua," katanya.